Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP-P1) SMK Negeri 3 Jayapura Alamat : Jalan Raya Abepura Kotaraja Distrik Abepura, Jayapura - Telepon : (0967) 5572722 , Faksimile : (0967) 5572722

Presiden Perintahkan Untuk Fokus Ke Pendidikan Vokasi dan SMK


Rabu, 7 November 2018 14.12 oleh Rizky Setiawan
Jakarta - Presiden Joko Widodo menyatakan penganggaran pemerintah pada tahun depan akan fokus sepenuhnya kepada pengembangan Sumber Daya Manusia (SDM). Beberapa yang jadi fokus adalah pendidikan vokasional, peningkatan keahlian tenaga kerja, politeknik, hingga kemitraan dengan industri dalam pendidikan pekerja. Program pendidikan vokasi nasional akan di "anak emas-kan" sebagai bentuk peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM).

Kualitas SDM yang ditingkatkan juga agar lulusan sekolah menengah kejuruan (SMK) bisa langsung kerja sesuai dengan kebutuhan industri. "Oleh sebab itu, vokasional training, vokasional school masih menjadi sebuah fokus kita, konsentrasi kita untuk perbaiki kualitasnya," kata Jokowi di Depo MRT Jakarta Lebak Bulus, Jakarta Selatan, Selasa (6/11/2018). Dalam rapat pembahasan terakhir Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) 2019 hari ini, Jokowi menegaskan pengembangan SDM harus menjadi prioritas dan perhatian setiap Kementerian dan Lembaga (K/L). "Saya minta K/L kalau ada hal terkait pengembangan SDM dimasukkan dalam RAPBN 2019," kata Jokowi dalam pengantar Sidang Kabinet Paripurna di Istana Negara, Jakarta, Selasa (7/8). Sejak beberapa bulan lalu Jokowi telah mengingatkan pembangunan sektor SDM merupakan pekerjaan besar yang akan dilakukan pemerintah setelah infrastruktur. Menurutnya, peningkatakan kualitas SDM menjadi kunci Indonesia dalam berkompetisi dengan negara lain. Peningkatan infrastruktur harus diimbangi dengan peningkatan kualitas SDM. Makanya, saat ini pemerintah perlu melakukan perubahan fokus investasi dari infrastruktur ke SDM. Jokowi mengatakan pengembangan SDM seharusnya dimulai dari Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD). Kemudian berlanjut peningkatan kualitas pada Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) serta pendidikan di pondok-pondok pesantren. Bukan hanya pendidikan, pembinaan sektor SDM juga mencakup pada masalah kesehatan. Mantan Walikota Solo itu mengatakan penurunan jumlah penduduk yang gagal tumbuh atau stunting juga akan menjadi fokus pemerintah, setelah infrastruktur. Dia beralasan kondisi stunting dapat mempengaruhi produktivitas anak ke depannya. Soal ini bahkan sempat disampaikan Jokowi di depan Presiden Bank Dunia Jim Yong Kim. "Fokus kami saat ini masalah stunting. Ini masalah yang sangat penting bagi saya pribadi," kata Jokowi. Akhir tahun lalu Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Darmin Nasution juga mengatakan pendidikan vokasi bakal difokuskan pada lima bidang, yaitu pertanian, pariwisata, layanan kesehatan, e-commerce, serta keterampilan suster, baby sitter, dan Asisten Rumah Tangga


ZETH G.VICTOR FOUDUBUN, M.Pd

Jumlah pengunjung situs ini : 181

Nama:Awaluddin
E-Maill:aweael.awal3@gmail.com
Telp:0852-424-393-80
Nama:Amirul Sholeh
Telp:SholehPapua@yahoo.com
E-Maill:0811-459-5833

Tidak Ikut Ujian Kalkulus

Ada 4 orang mahasiswa Perguruan Tinggi. Mereka mau ke kampus untuk ikut ujian kalkulus. Tapi mereka semua blum belajar semua materi yang akan diujiankan. Karena takut gagal, akhirnya mereka berencana untuk "menipu" pak dosen dengan alasan yang cukup masuk akal, yaitu: "Terlambat ikut ujian karena ban mobil mereka pecah di tengah jalan." Kebetulan mereka berempat selalu pakai mobil sama-sama. Setelah ketemu dosennya, mereka memberitahukan alasan tersebut. Dan dosennya bilang kalo besok pagi baru mereka akan ikut ujian susulan. Mereka senang akhirnya. Besoknya, setelah seharian belajar, akhirnya mereka ketemu dosen tersbut dan dosen tersebut memberikan ujian susulan. Tapi dosennya menempatkan mereka 1 orang tiap 1 ruangan, utk menghindari nyontek ato berdiskusi. Dan waktunya cuma diberi 1 jam saja. Mereka 4 pun cukup senang karena soalnya cuma ada 2 saja. Soal nomor 1 (nilainya 5 poin): Carilah turunan dari e^(sin(x)+cos(x)) terhadap x? Setelah liat soal nomor 1 mereka lega karena gampang. Soal nomor 2 (nilainya 95 poin): Kemarin ban sebelah mana yang pecah? Setelah liat soal nomor 2 langsung dong 4 keringat jagung...
Sent by: Andrey Awoitauw posted on 20 April 2014
Sumber: https://www.ketawa.com/2014/04/10085-tidak-ikut-ujian-kalkulus.html




© Copyright 2018 Team Admin. SMK Negeri 3 Jayapura